7 Cara Menyimpan Telur yang Benar agar Tetap Segar dan Aman Dikonsumsi

Banyak orang membeli telur dalam jumlah besar sekaligus, lalu meletakkannya begitu saja di rak pintu kulkas atau di atas meja […]

Seseorang memegang beberapa telur dengan kedua tangan saat mengambilnya dari tempat penyimpanan, memperlihatkan cara mengambil dan memegang telur yang tepat agar tidak jatuh atau pecah.

Banyak orang membeli telur dalam jumlah besar sekaligus, lalu meletakkannya begitu saja di rak pintu kulkas atau di atas meja dapur. Beberapa hari kemudian, telur sudah berbau tidak sedap atau kuning telurnya terlihat berubah saat dipecah.

Situasi seperti itu bisa dihindari jika cara menyimpan telur yang benar sudah diterapkan sejak awal. Artikel ini membahas tujuh langkah praktis yang dapat langsung diterapkan di rumah untuk menjaga kualitas dan keamanan telur jauh lebih lama.

Mengapa Cara Penyimpanan Telur Tidak Bisa Diabaikan

Telur mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral yang tinggi, sekaligus menjadi media ideal bagi bakteri, termasuk Salmonella, untuk berkembang biak. Kandungan gizi yang kaya justru menjadi faktor yang membuat telur masuk dalam kategori bahan pangan yang mudah rusak (perishable food).

Bakteri tidak selalu mengubah penampilan telur secara kasat mata, sehingga telur yang tampak baik dari luar belum tentu aman dikonsumsi. Cara penyimpanan yang tepat adalah garis pertahanan pertama untuk menjaga keamanan telur sebelum sampai ke meja makan.

7 Cara Menyimpan Telur yang Benar

Cara menyimpan telur yang benar tidak hanya soal menaruhnya di dalam kulkas. Ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan, mulai dari kondisi telur sebelum disimpan hingga posisi dan lokasi penempatannya.

1. Pisahkan Telur Bersih dan Telur Kotor Sebelum Disimpan

Sebelum masuk ke tempat penyimpanan, periksa kondisi setiap telur satu per satu. Pisahkan telur yang permukaannya bersih dari telur yang masih ada kotoran atau retakan pada cangkangnya.

Telur retak tidak boleh disimpan bersama telur utuh karena retakan sekecil apa pun membuka jalur masuk bagi bakteri ke dalam isi telur. Contohnya, jika baru saja membeli satu rak telur dari pasar, luangkan waktu dua menit untuk memeriksa setiap butirnya sebelum dimasukkan ke kulkas.

2. Bersihkan Permukaan Telur dengan Cara yang Tepat

Jika permukaan telur kotor, bersihkan menggunakan kain atau tisu kering secara perlahan, bukan dengan air mengalir. Mencuci telur dapat menghilangkan lapisan kutikula alami pada cangkang yang berfungsi sebagai pelindung dari kontaminasi bakteri luar.

Jika kotoran sulit hilang, lap dengan kain sedikit lembap, lalu keringkan segera sebelum disimpan. Misalnya, telur dari peternak lokal biasanya masih ada sisa kotoran kecil; cara membersihkannya cukup dengan dilap, tidak perlu disikat atau direndam.

3. Simpan Telur di Kulkas pada Suhu yang Tepat

Suhu ideal untuk menyimpan telur adalah 4°C atau lebih rendah. Pada rentang suhu ini, pertumbuhan bakteri pada telur dapat ditekan dan kesegaran telur dapat bertahan tiga sampai lima minggu.

Gunakan karton atau wadah asli telur saat menyimpannya di kulkas agar tidak menyerap bau dari makanan lain di sekitarnya. Sebagai perbandingan, telur yang dibiarkan di suhu ruangan hanya tahan sekitar satu minggu, jauh lebih singkat dibanding yang disimpan dengan suhu yang diatur.

4. Tempatkan Telur dengan Posisi Ujung Lancip Menghadap ke Bawah

Posisi penyimpanan telur berpengaruh langsung terhadap ketahanannya. Ujung tumpul pada telur mengandung kantong udara kecil yang menjaga kondisi di dalam cangkang tetap stabil, sehingga posisi ujung lancip ke bawah membuat kantong udara ini tetap berada di atas.

Dengan posisi ini, kuning telur tidak mudah menyentuh dinding cangkang dan kualitas telur terjaga lebih lama. Bayangkan seperti botol berisi cairan: semakin stabil posisinya saat disimpan, semakin terjaga kondisi isinya dari waktu ke waktu.

5. Hindari Menaruh Telur di Rak Pintu Kulkas

Rak pintu kulkas sering dilengkapi lekukan berbentuk telur, yang tampak seolah memang dirancang untuk menyimpannya. Namun, area ini mengalami fluktuasi suhu paling sering karena setiap kali pintu dibuka, suhu di bagian itu naik dan turun berulang.

Perubahan suhu yang terus-menerus justru mempercepat penurunan kualitas telur, meski penampilannya masih normal dari luar. Pindahkan telur ke rak bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil untuk penyimpanan jangka panjang.

6. Jauhkan Telur dari Makanan Berbau Tajam

Cangkang telur bersifat berpori, artinya bau dari makanan di sekitarnya dapat terserap masuk ke dalam isi telur. Menyimpan telur berdekatan dengan ikan, bawang, atau produk fermentasi akan memengaruhi aroma dan rasa telur saat dimasak.

Solusinya sederhana: simpan telur dalam wadah tertutup atau tetap dalam karton aslinya untuk meminimalkan penyerapan bau. Inilah alasan mengapa telur yang disimpan di dekat ikan dalam kulkas sering kali terasa berbeda saat digoreng, meski tampilannya masih terlihat segar.

7. Perhatikan Batas Waktu Penyimpanan dan Cara Cek Kesegaran

Telur segar yang disimpan di kulkas umumnya aman dikonsumsi dalam waktu tiga sampai lima minggu sejak tanggal pembelian. Setelah melewati batas itu, kualitasnya akan menurun meski tidak selalu menunjukkan tanda yang jelas dari luar.

Cara termudah untuk mengecek kesegaran telur adalah uji rendam air: celupkan telur ke dalam segelas air bersih, telur yang tenggelam dan rebah mendatar masih dalam kondisi segar, sedangkan telur yang mengapung sebaiknya tidak dikonsumsi. Tandai tanggal pembelian di karton telur dengan spidol agar tidak perlu mengira-ngira kapan telur mendekati batas simpannya.

Kesimpulan

Cara menyimpan telur yang benar mencakup beberapa langkah sederhana yang sering diabaikan: memisahkan telur bersih dan kotor, membersihkan permukaan telur dengan cara yang tepat, menyimpannya di kulkas pada suhu 4°C di rak bagian dalam, menempatkannya dengan posisi ujung lancip ke bawah, serta menjauhkannya dari makanan berbau tajam. Dengan menerapkan ketujuh tips ini secara konsisten, kualitas dan keamanan telur dapat terjaga lebih lama untuk kebutuhan masak sehari-hari.

Bagi Anda yang membutuhkan bahan alternatif dengan masa simpan lebih panjang tanpa repot mengatur suhu penyimpanan, Tepung Telur Mix dari Accelist Pangan Nusantara hadir sebagai solusi yang patut dipertimbangkan. Diproduksi dari telur berkualitas tinggi melalui proses pengeringan modern, tepung telur mix dapat disimpan jauh lebih lama dari telur segar tanpa mengorbankan kandungan gizi maupun fungsinya dalam berbagai jenis masakan.

FAQ

Apakah telur wajib disimpan di kulkas?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan karena suhu kulkas memperlambat pertumbuhan bakteri dan memperpanjang masa simpan telur. Di iklim tropis seperti Indonesia, suhu ruangan yang panas membuat telur lebih cepat rusak dibanding di negara beriklim dingin.

Bolehkah telur yang sudah dikeluarkan dari kulkas dikembalikan lagi?

Boleh, selama telur belum dipecahkan dan kondisi permukaannya masih baik. Namun, hindari mengeluarkan dan memasukkan telur berulang kali karena perubahan suhu yang sering dapat mempercepat penurunan kualitasnya.

Berapa lama telur aman disimpan di suhu ruangan?

Di suhu ruangan sekitar 25 sampai 30°C, telur hanya tahan sekitar 7 sampai 14 hari. Setelah itu, kualitas dan keamanannya tidak lagi terjamin.

Bagaimana cara mengetahui telur sudah tidak layak konsumsi?

Lakukan uji rendam air; telur yang mengapung kemungkinan besar sudah tidak layak dikonsumsi. Bau menyengat saat telur dipecahkan juga menjadi tanda paling jelas bahwa telur harus dibuang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top