Asam pantotenat adalah salah satu jenis vitamin B kompleks yang larut dalam air dan membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Nama lain vitamin ini adalah vitamin B5, dan tubuh membutuhkan asupannya setiap hari karena tidak bisa disimpan dalam jangka panjang.
Telur menyumbang 1,4 miligram asam pantotenat per 100 gram, setara dua butir ukuran besar, dan mudah ditemukan di dapur mana pun. Angka ini setara hampir sepertiga dari kebutuhan harian orang dewasa yang ditetapkan sebesar 5 miligram per hari oleh Kementerian Kesehatan RI.
Artikel ini mengulas kandungan asam pantotenat pada telur, mulai dari fungsinya bagi tubuh hingga sumber makanan lain yang bisa melengkapi kebutuhan harian Anda. Anda juga akan menemukan gejala kekurangannya serta cara memenuhi asupan ini secara alami.

Apa Itu Asam Pantotenat (Vitamin B5)?
Nama pantotenat berasal dari kata Yunani “pantothen”, yang berarti dari mana-mana. Istilah ini merujuk pada fakta bahwa asam pantotenat ditemukan hampir di semua jenis bahan makanan, baik hewani maupun nabati.
Di dalam tubuh, vitamin ini diubah menjadi koenzim A (KoA), senyawa yang dibutuhkan untuk memecah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi. Koenzim A juga digunakan hati untuk mengolah obat-obatan dan racun agar tubuh tetap aman.
Karena sifatnya yang larut air, asam pantotenat tidak bertahan lama di dalam tubuh dan mudah terbuang lewat urine. Itulah sebabnya asupan hariannya perlu dipenuhi secara rutin lewat makanan.
Mengapa Telur Jadi Sumber Asam Pantotenat yang Baik?
Telur tergolong sumber asam pantotenat yang efisien karena satu butir ukuran sedang sudah menyumbang sekitar 14 persen kebutuhan harian orang dewasa. Kandungan ini datang bersama sejumlah nutrisi lain yang turut dibutuhkan dalam proses metabolisme energi tubuh.
- Sebagian besar asam pantotenat pada telur berada di bagian kuning, meski putih telur turut menyumbang vitamin B kompleks dalam jumlah lebih kecil
- Protein telur matang diserap tubuh hingga 91 persen, sehingga nutrisi di dalamnya lebih mudah dimanfaatkan
- Harganya relatif terjangkau dibanding sumber hewani lain dengan kandungan asam pantotenat tinggi, seperti hati sapi
- Telur bisa diolah dengan berbagai cara, mulai dari direbus, didadar, hingga dikukus, sehingga praktis dikonsumsi setiap hari
Fungsi Asam Pantotenat dalam Tubuh
Fungsi utama asam pantotenat adalah membentuk koenzim A, senyawa yang mengubah karbohidrat, protein, dan lemak dari makanan menjadi energi siap pakai. Selain fungsi utama tersebut, terdapat empat fungsi lain yang bekerja setiap hari di dalam tubuh Anda:
- Membentuk koenzim A yang dibutuhkan dalam metabolisme lemak dan protein
- Mengubah makanan menjadi energi dan glukosa untuk aktivitas harian
- Menyintesis kolesterol yang diperlukan tubuh dalam jumlah seimbang
- Membantu produksi hormon kortisol, estrogen, dan progesteron
- Mendukung pembentukan sel darah merah agar oksigen tersalurkan dengan baik
Alternatif Makanan Tinggi Asam Pantotenat Selain Telur
Bagi Anda yang membutuhkan variasi menu atau memiliki alergi telur, sejumlah bahan makanan berikut menawarkan kandungan asam pantotenat setara atau lebih tinggi. Empat pilihan berikut bisa menjadi alternatif utama, lengkap dengan perbandingannya terhadap telur.
| Bahan Makanan | Porsi | Kandungan Asam Pantotenat | Dibanding Telur (per 100 g) |
|---|---|---|---|
| Biji bunga matahari (kuaci) | 100 gram | 7,0 mg | 5 kali lebih tinggi |
| Hati sapi | 1 potong (81 gram) | 5,6 mg | 4 kali lebih tinggi |
| Jamur shitake matang | 100 gram | 3,6 mg | Sekitar 2,5 kali lebih tinggi |
| Alpukat | 1 buah (201 gram) | 2,8 mg | 2 kali lebih tinggi |
Meski kandungannya lebih tinggi, bahan-bahan ini tidak selalu bisa menggantikan peran telur sebagai sumber protein lengkap dalam satu porsi kecil. Mengombinasikan telur dengan sejumlah bahan di atas justru menjadi cara paling praktis untuk memastikan kebutuhan asam pantotenat harian tetap terpenuhi.
Kebutuhan Harian Asam Pantotenat Berdasarkan Usia
Kebutuhan asam pantotenat berbeda-beda menurut usia dan kondisi fisiologis, mulai dari bayi hingga ibu menyusui. Berikut rincian angka kecukupan gizi (AKG) asam pantotenat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI melalui Permenkes Nomor 28 Tahun 2019.
| Kelompok Usia | Kebutuhan Harian |
|---|---|
| Bayi 0-5 bulan | 1,7 mg |
| Bayi 6-11 bulan | 1,8 mg |
| Anak 1-3 tahun | 2,0 mg |
| Anak 4-6 tahun | 3,0 mg |
| Anak 7-9 tahun | 4,0 mg |
| Remaja dan dewasa (10 tahun ke atas) | 5,0 mg |
| Ibu hamil | 6,0 mg |
| Ibu menyusui | 7,0 mg |
Angka ini berlaku sebagai kecukupan gizi rata-rata, bukan dosis pengobatan untuk kondisi medis tertentu. Jika Anda memiliki kebutuhan khusus akibat kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap disarankan.
Gejala Kekurangan Asam Pantotenat
Kekurangan asam pantotenat jarang terjadi karena vitamin ini tersedia luas pada hampir semua bahan makanan. Meski begitu, defisiensi tetap mungkin muncul akibat pola makan yang sangat tidak seimbang, dengan enam gejala berikut sebagai tanda awalnya.
- Tubuh mudah lelah meski aktivitas tidak berat
- Sakit kepala yang muncul tanpa sebab jelas
- Mudah tersinggung atau perubahan suasana hati
- Gangguan tidur atau insomnia
- Kram otot dan nyeri perut
- Gangguan pencernaan seperti mual atau muntah
Efek Samping Kelebihan Asam Pantotenat
Asam pantotenat tergolong vitamin yang aman karena kelebihannya mudah dikeluarkan lewat urine. Namun, konsumsi suplemen dalam dosis tinggi, umumnya di atas 10 miligram per hari, tetap bisa memicu lima efek samping ringan berikut.
- Diare atau gangguan pencernaan ringan
- Mual dan rasa tidak nyaman di perut (mulas)
- Retensi cairan atau pembengkakan ringan
- Nyeri sendi ringan
- Reaksi alergi ringan seperti ruam kulit
Efek samping ini umumnya muncul akibat konsumsi suplemen, bukan dari makanan sehari-hari. Segera hubungi dokter apabila gejala tersebut muncul setelah Anda mengonsumsi suplemen asam pantotenat.
Tips Memenuhi Kebutuhan Asam Pantotenat Setiap Hari
Cara paling efektif memenuhi kebutuhan asam pantotenat adalah lewat variasi menu harian, bukan suplemen semata. Empat langkah berikut bisa membantu Anda memenuhi asupan harian secara alami.
1. Konsumsi Sumber Protein Hewani Secara Rutin
Telur, ayam, dan ikan tergolong sumber protein hewani yang praktis dikonsumsi hampir setiap hari. Ketiganya membantu memenuhi asupan asam pantotenat sekaligus kebutuhan protein harian Anda.
2. Variasikan Menu dengan Sayuran dan Biji-Bijian
Brokoli, jamur, dan gandum utuh bisa melengkapi asupan asam pantotenat dari sumber nabati. Kombinasi ini juga membantu memenuhi kebutuhan serat yang sering terlewat dalam menu harian.
3. Perhatikan Metode Memasak
Vitamin larut air seperti asam pantotenat dapat berkurang akibat panas berlebih. Batasi memasak dengan suhu sangat tinggi atau waktu perebusan yang terlalu lama agar kandungan gizinya tetap terjaga.
4. Konsultasikan Kebutuhan Suplemen ke Dokter atau Ahli Gizi
Suplemen tidak selalu diperlukan jika asupan dari makanan sudah tercukupi. Konsultasi tetap disarankan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Kesimpulan
Asam pantotenat memang jarang menjadi sorotan dibanding vitamin C atau vitamin D, tetapi fungsinya mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi tetap berjalan setiap hari di dalam tubuh Anda. Kebutuhan hariannya, mulai dari 5 miligram untuk orang dewasa hingga 7 miligram untuk ibu menyusui, umumnya mudah dipenuhi lewat makanan sehari-hari tanpa perlu suplemen tambahan.
Kekurangan asam pantotenat jarang ditemukan pada pola makan yang bervariasi, meski enam gejala awal seperti kelelahan dan sakit kepala tetap perlu diwaspadai. Memilih sumber makanan dari kelompok yang berbeda, mulai dari hati sapi, jamur, telur, hingga sayuran, menjadi langkah paling sederhana untuk menjaga kecukupan vitamin ini.
Bagi pelaku usaha kuliner atau industri pangan yang mengandalkan telur sebagai bahan baku, menjaga kandungan gizi seperti asam pantotenat pada produk olahan tetap jadi tantangan tersendiri. Tepung Telur dari Accelist Pangan Nusantara hadir sebagai solusi praktis, higienis, dan bersertifikat Halal untuk kebutuhan tersebut.
Produk ini memungkinkan Anda menjaga konsistensi rasa dan kualitas gizi tanpa bergantung pada pasokan telur segar setiap hari. Hubungi Kami untuk informasi produk dan konsultasi kebutuhan bahan baku telur bagi bisnis Anda.

FAQ
Keduanya merujuk pada zat yang sama. Asam pantotenat adalah nama kimiawi dari vitamin B5.
Aman, karena sifatnya yang larut air membuat kelebihannya mudah dikeluarkan lewat urine. Efek samping baru berpotensi muncul jika suplemen dikonsumsi jauh melebihi dosis yang dianjurkan.
Hati sapi dan jamur shitake termasuk sumber dengan kandungan tertinggi. Telur, alpukat, dan daging ayam juga menjadi pilihan yang mudah ditemukan sehari-hari.
Ya, kebutuhan ibu hamil naik menjadi 6 miligram per hari. Ibu menyusui bahkan membutuhkan hingga 7 miligram per hari.
Kondisi ini tergolong jarang karena asam pantotenat tersedia luas pada hampir semua bahan makanan. Pola makan yang bervariasi biasanya sudah cukup mencegah defisiensi.

Produsen Tepung Telur Berkualitas
Accelist Pangan Nusantara adalah produsen tepung telur Indonesia yang berkomitmen menghadirkan bahan pangan berkualitas tinggi, bebas Salmonella, bersertifikat Halal, dan siap mendukung kebutuhan dapur komersial Anda.

