Kenapa Harga Tepung Telur Naik Turun? Ini Faktornya

Harga tepung telur tidak pernah benar-benar stabil, karena bahan baku utamanya berasal dari komoditas pangan yang harganya mudah berubah. Produsen […]

Faktor fluktuasi harga tepung telur

Harga tepung telur tidak pernah benar-benar stabil, karena bahan baku utamanya berasal dari komoditas pangan yang harganya mudah berubah. Produsen makanan yang mengandalkan tepung telur sebagai bahan baku perlu memahami faktor-faktor di balik naik turunnya harga tersebut.

Wabah flu burung yang melanda Amerika Serikat menyebabkan lebih dari 166 juta ekor unggas mati sejak wabah dimulai pada 2022, memicu lonjakan harga telur hingga 65 persen dalam setahun. Kasus ini menunjukkan betapa besar dampak gangguan pasokan telur terhadap harga tepung telur sebagai produk turunannya.

Artikel ini mengulas faktor yang memengaruhi fluktuasi harga tepung telur, mulai dari harga telur segar hingga dampak wabah penyakit unggas. Anda juga akan menemukan tips menghadapi fluktuasi harga ini sebagai pembeli.

Infografis analisis penyebab fluktuasi harga tepung telur dan dampak wabah flu burung.

Apa Itu Fluktuasi Harga Tepung Telur?

Fluktuasi harga tepung telur merujuk pada perubahan harga jual tepung telur dari waktu ke waktu akibat berbagai faktor eksternal, bukan sekadar kebijakan sepihak dari produsen. Perubahan ini bisa terjadi dalam hitungan minggu maupun bulan, tergantung seberapa besar gangguan yang memengaruhi rantai pasoknya.

Mengapa Harga Telur Segar Menjadi Penentu Utama Harga Tepung Telur?

Telur segar menjadi bahan baku utama dalam produksi tepung telur, sehingga sebagian besar biaya produksinya berasal dari komponen ini. Ketika harga telur segar naik akibat gangguan pasokan atau biaya produksi peternak, kenaikan tersebut pada akhirnya diteruskan ke harga tepung telur di tingkat produsen maupun pembeli.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Fluktuasi Harga Tepung Telur

Selain harga telur segar, sejumlah faktor lain turut memengaruhi seberapa stabil harga tepung telur di pasaran. Berikut rincian lima faktor utama yang biasa menjadi penyebabnya.

1. Harga Pakan Ternak

Kenaikan harga jagung dan bungkil kedelai langsung mendorong biaya produksi telur di tingkat peternak. Ketika biaya pakan naik, peternak cenderung meneruskan kenaikan tersebut ke harga jual telur segar maupun tepung telur.

2. Permintaan Musiman

Permintaan telur melonjak menjelang hari besar keagamaan, musim liburan, maupun momen tertentu seperti piala dunia. Lonjakan permintaan pada periode-periode ini sering kali tidak diimbangi peningkatan pasokan yang setara, sehingga mendorong harga naik untuk sementara waktu.

3. Populasi dan Produktivitas Ayam Petelur

Penurunan populasi ayam petelur akibat afkir dini atau penyakit secara langsung mengurangi pasokan telur ke pasar. Semakin sedikit ayam yang produktif, semakin besar pula tekanan terhadap harga telur maupun tepung telur di tingkat produsen.

4. Kebijakan Pemerintah

Regulasi impor bahan pakan maupun kebijakan harga turut memengaruhi biaya produksi peternak secara tidak langsung. Kebijakan yang membatasi impor jagung, misalnya, berpotensi mendorong kenaikan harga pakan dan pada akhirnya harga telur.

5. Wabah Penyakit Unggas

Penyakit seperti flu burung dan Egg Drop Syndrome tercatat mampu menurunkan produksi telur hingga 80 sampai 90 persen dalam waktu singkat, menjadikannya faktor dengan dampak paling drastis di antara faktor lainnya. Gangguan sebesar ini bisa memicu kelangkaan pasokan telur segar yang pada akhirnya memengaruhi harga tepung telur sebagai produk turunannya.

Studi Kasus: Wabah Flu Burung di Amerika Serikat

Wabah highly pathogenic avian influenza (HPAI) yang melanda peternakan ayam di Amerika Serikat sejak 2022 menjadi contoh nyata dampak drastis ini. Harga telur di negara tersebut melonjak dari 2,51 dolar AS per lusin pada Desember 2023 menjadi 4,15 dolar AS per lusin pada Desember 2024, bahkan sempat menembus 6,23 dolar AS per lusin pada Maret 2025.

Kelima faktor ini jarang berdiri sendiri, karena satu faktor bisa memicu faktor lainnya secara beruntun. Kenaikan harga pakan, misalnya, bisa mendorong peternak melakukan afkir dini terhadap ayam petelurnya, yang pada akhirnya semakin mengurangi pasokan telur di pasaran.

Tips Menghadapi Fluktuasi Harga Tepung Telur bagi Pembeli

Fluktuasi harga tidak bisa dihindari sepenuhnya, namun dampaknya bagi bisnis Anda bisa diminimalkan dengan strategi yang tepat. Empat langkah berikut membantu Anda menghadapi situasi ini.

1. Jalin Kontrak Jangka Panjang dengan Pemasok Tepercaya

Sepakati kontrak harga untuk periode tertentu dengan pemasok yang sudah teruji kredibilitasnya, alih-alih membeli secara musiman tanpa perjanjian jelas. Cara ini membantu melindungi bisnis Anda dari lonjakan harga mendadak akibat gangguan pasokan.

2. Pantau Tren Harga Pakan dan Kondisi Peternakan

Ikuti perkembangan harga jagung, bungkil kedelai, serta laporan wabah penyakit unggas secara berkala. Informasi ini membantu Anda memperkirakan potensi kenaikan harga tepung telur tiga hingga enam bulan ke depan.

3. Diversifikasi Sumber Pemasok

Jalin kerja sama dengan lebih dari satu pemasok tepung telur untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan. Diversifikasi ini membantu menjaga kelancaran produksi meski salah satu pemasok mengalami gangguan.

4. Sesuaikan Volume Pembelian dengan Proyeksi Musiman

Tingkatkan stok menjelang periode permintaan tinggi seperti hari besar keagamaan, dan sesuaikan kembali volume pembelian setelah periode tersebut berlalu. Perencanaan ini membantu menghindari pembelian dengan harga puncak akibat lonjakan permintaan musiman.

Kesimpulan

Fluktuasi harga tepung telur sebagian besar dipengaruhi oleh harga telur segar sebagai bahan baku utamanya, yang pada gilirannya dipengaruhi harga pakan, wabah penyakit, hingga permintaan musiman. Wabah penyakit unggas tercatat sebagai faktor dengan dampak paling drastis terhadap ketersediaan dan harga telur.

Memahami faktor-faktor ini membantu pembeli bersiap menghadapi kenaikan harga sebelum benar-benar terjadi, alih-alih bereaksi setelah dampaknya terasa pada biaya produksi. Kombinasi kontrak jangka panjang, pemantauan tren, dan diversifikasi pemasok menjadi strategi paling efektif untuk menghadapi fluktuasi ini.

Bagi pelaku usaha kuliner atau industri pangan yang ingin mendapatkan pasokan bahan baku telur dengan harga dan kualitas yang lebih terprediksi, Tepung Telur dari Accelist Pangan Nusantara hadir sebagai solusi yang didukung rantai pasok yang terkelola dengan baik. Hubungi Kami untuk informasi produk dan konsultasi kebutuhan bahan baku telur bagi bisnis Anda.

Banner promosi telur bubuk Tamaco

FAQ

Apakah harga tepung telur selalu mengikuti harga telur segar?

Sebagian besar ya, karena telur segar menjadi komponen biaya produksi utama, meski biaya pengolahan dan distribusi turut memengaruhi harga akhirnya.

Berapa lama biasanya fluktuasi harga tepung telur berlangsung?

Durasinya bervariasi, mulai dari dua hingga empat minggu akibat gangguan musiman hingga berbulan-bulan jika penyebabnya wabah penyakit yang meluas.

Apakah kontrak jangka panjang benar-benar bisa melindungi dari kenaikan harga?

Bisa membantu meredam dampaknya, meski tidak sepenuhnya menghilangkan risiko jika terjadi gangguan pasokan yang sangat besar.

Apakah wabah penyakit unggas di luar negeri bisa memengaruhi harga tepung telur di Indonesia?

Bisa secara tidak langsung, terutama jika Indonesia bergantung pada impor bahan baku pakan atau jika terjadi wabah serupa di dalam negeri.

Kapan biasanya permintaan tepung telur mengalami lonjakan musiman?

Umumnya menjelang hari besar keagamaan dan musim liburan, saat permintaan produk olahan pangan seperti kue dan roti meningkat.

MengenalAccelist Pangan Nusantara

Produsen Tepung Telur Berkualitas

Accelist Pangan Nusantara adalah produsen tepung telur Indonesia yang berkomitmen menghadirkan bahan pangan berkualitas tinggi, bebas Salmonella, bersertifikat Halal, dan siap mendukung kebutuhan dapur komersial Anda.

Produk kamiTepung Telur PutihTepung Kuning TelurTepung Telur MixTepung Telur Asin