Bisnis kuliner adalah jenis bisnis yang populer dan menjanjikan karena makanan adalah kebutuhan utama bagi semua orang. Meski begitu, menjalani bisnis kuliner tidak selalu mudah karena setiap bahan baku yang digunakan perlu diolah dengan maksimal tanpa terbuang sia-sia. Oleh karena itu, penting bagi pebisnis kuliner untuk memahami cara mengatur bahan baku makanan secara efektif.
Bahan baku termasuk dalam bagian operasional bisnis yang harus dikelola secara efisien. Agar operasional bisnis berjalan stabil, berikut cara mengatur bahan baku makanan untuk jualan yang lebih efektif.
Mengapa Mengatur Bahan Baku Makanan itu Penting?
Mengatur bahan baku makanan bukan hanya untuk menjamin kualitas makanan yang diproduksi, tetapi juga untuk mencegah bisnis mengalami kerugian akibat penggunaan bahan baku yang tidak efisien. Selain itu, berikut ini beberapa alasan mengapa penting untuk mengatur bahan baku makanan:
- Meminimalkan food waste (sisa makanan yang terbuang) karena stok yang menumpuk dan kedaluwarsa akibat pembelian bahan baku yang berlebihan.
- Membantu memprediksi waktu restock (pengisian ulang stok) yang tepat agar proses produksi tidak terhambat.
- Memastikan penggunaan bahan baku selalu segar sehingga kualitas makanan tetap terjaga secara konsisten.
- Menjaga cash flow (arus kas) tetap stabil karena pembelian bahan baku sesuai dengan jumlah produksi.
- Menjamin keamanan pangan dan mencegah risiko kontaminasi silang antar bahan makanan.
Jenis Bahan Baku Makanan
Sebelum membahas cara mengatur bahan baku makanan, pelaku bisnis juga perlu memahami jenis-jenis bahan baku makanan berdasarkan tempat penyimpanannya, di antaranya:
1. Bahan Kering
Bahan baku dengan kandungan air yang sangat rendah dan biasanya lebih awet disimpan dalam waktu lama. Jenis bahan baku ini bisa disimpan pada suhu ruang selama berada di dalam wadah tertutup agar tidak menyerap kelembapan. Contoh bahan baku kering adalah tepung terigu, gula pasir, beras, bumbu kering, kopi, tepung telur, dan mi.
2. Bahan Basah
Bahan baku dengan kandungan air yang tinggi, memiliki masa simpan yang singkat, dan mudah membusuk. Bahan baku basah harus disimpan pada suhu dingin sekitar 2–10 derajat Celsius di kulkas atau chiller untuk menjaga kesegarannya. Contoh bahan baku basah di antaranya daging, ayam, ikan, telur, susu, keju, sayuran, dan buah-buahan.
3. Bahan Beku
Jenis bahan baku yang sudah melalui proses pembekuan untuk memperpanjang masa simpannya. Bahan ini harus disimpan di freezer dengan suhu di bawah nol derajat untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur serta menjaga kualitas tekstur dan rasa. Contoh bahan baku beku adalah daging beku, seafood beku, kentang goreng beku, sosis, nugget, atau adonan pastry beku.
Tips & Cara Mengatur Bahan Baku Makanan Agar Efektif
Agar bisnis lebih mudah dalam mengatur bahan baku, berikut beberapa tips dan cara mengatur bahan baku makanan agar efektif.
1. Cari Pemasok dan Supplier Terbaik
Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, pelaku bisnis wajib mencari pemasok dan supplier bahan baku terbaik. Perhatikan kualitas bahan baku, harga, dan stok yang bisa disediakan oleh supplier, lalu pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Sebaiknya kumpulkan beberapa kontak supplier berbeda agar bisnis tidak hanya bergantung pada satu pemasok. Dengan begitu, produksi bisnis tidak terganggu saat salah satu supplier kehabisan stok atau menaikkan harga.
2. Buat Rencana Pembelian
Setelah mendapatkan kontak pemasok, pastikan bisnis juga membuat rencana pembelian bahan baku sesuai dengan kapasitas produksi. Hindari melakukan pembelian bahan baku tanpa perhitungan yang matang.
Lakukan perhitungan dan analisis kebutuhan bahan untuk produksi berdasarkan data penjualan. Sebaiknya, beli bahan dalam jumlah kecil terlebih dahulu saat baru memulai bisnis. Dengan rencana pembelian ini, bisnis dapat menghindari pembelian bahan baku berlebihan sehingga tidak ada bahan yang terbuang sia-sia atau kedaluwarsa.
3. Simpan Bahan Baku dengan Benar
Setelah bahan baku diterima, pastikan bahan tersebut disimpan dengan benar. Sebagaimana jenis-jenis bahan baku di atas, setiap bahan baku memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda: bahan kering disimpan di tempat yang kering, bahan basah disimpan di chiller, dan bahan beku disimpan di freezer.
Selain itu, hindari menyimpan seluruh bahan dalam satu tempat di dapur atau kulkas tanpa pemisahan yang rapi. Semua bahan baku harus disimpan dalam wadah tertutup untuk menjaga kualitasnya.
Pisahkan juga penyimpanan bahan mentah dan bahan matang, serta bahan yang berbau dan bahan yang mudah menyerap bau, agar tidak terjadi kontaminasi silang yang membuat bahan baku membusuk dan tidak dapat digunakan.
4. Pantau dan Catat Stok Ketersediaan Bahan Baku
Setelah bahan disimpan dengan rapi, pantau dan catat stok bahan baku yang bisnis miliki. Catat setiap bahan baku yang masuk dan keluar, mulai dari jumlah stok, waktu pembelian, tanggal kedaluwarsa, harga, hingga supplier.
Selain pencatatan manual, rekap pula stok bahan baku secara digital agar memudahkan bisnis mengontrol jumlah bahan yang tersedia, kapan harus membeli, dan bahan mana yang paling cepat habis. Dengan data ini, bisnis dapat membuat keputusan pembelian yang lebih akurat dan memastikan bahan baku selalu tersedia untuk produksi.
5. Utamakan Stok Bahan Baku Lama
Salah satu cara utama untuk mengatur bahan baku makanan agar efisien adalah dengan menerapkan prinsip FIFO atau First In First Out (bahan yang pertama masuk menjadi yang pertama digunakan). Artinya, bahan yang pertama kali masuk atau dibeli harus menjadi bahan yang pertama kali keluar atau dipakai.
Hal ini penting untuk mencegah bahan lama tidak terpakai atau kedaluwarsa karena terlalu lama disimpan. Caranya, simpan stok lama di bagian depan rak atau kulkas dan stok baru di bagian belakang, atau letakkan stok baru di bagian bawah dan stok lama di bagian atas.
6. Cek Bahan Baku Sebelum Digunakan
Cara mengatur bahan baku makanan untuk jualan selanjutnya adalah mengecek kondisi bahan baku sebelum digunakan. Sebelum mulai memasak atau berproduksi, pastikan bahan baku belum melewati masa kedaluwarsa dan masih layak digunakan.
Perhatikan juga apakah terdapat perubahan warna, bau, atau tekstur pada setiap bahan. Jika ditemukan perubahan tersebut, segera buang bahan dan hindari penggunaannya dalam proses produksi. Kerugian kecil akibat pembuangan bahan jauh lebih ringan dibanding risiko kehilangan reputasi akibat produk berkualitas buruk.
Kelola Stok Bahan Makanan Lebih Cepat dengan Jasa Pengiriman
Salah satu tantangan terbesar dalam mengelola bahan baku makanan adalah memastikan stok selalu tersedia. Oleh karena itu, penting bagi bisnis untuk memastikan supplier memiliki stok yang cukup dan mengirimkannya tepat waktu sebelum jadwal produksi.
Agar proses pengiriman bahan baku berlangsung cepat, pastikan bisnis Anda menjalin kerja sama pengiriman dengan ekspedisi yang tepat. Pastikan ekspedisi yang dipilih menyediakan layanan jasa kirim barang cepat agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman dan produksi tetap berjalan lancar.
Dengan pengelolaan stok bahan baku yang tepat, operasional bisnis kuliner dapat berjalan lancar setiap harinya.

Produsen Tepung Telur Berkualitas
Accelist Pangan Nusantara adalah produsen tepung telur Indonesia yang berkomitmen menghadirkan bahan pangan berkualitas tinggi, bebas Salmonella, bersertifikat Halal, dan siap mendukung kebutuhan dapur komersial Anda.

