
Resep Bika Ambon Medan
Bika ambon adalah kue tradisional Sumatera Utara bertekstur berongga seperti sarang lebah, berwarna kuning cerah, dan beraroma rempah khas dari serai, daun pandan, serta daun jeruk. Meski namanya "ambon", kue ini lahir di Medan dan sudah lama jadi oleh-oleh wajib dari kota itu.Keistimewaan resep ini ada pada penggantian telur segar dengan Tepung Telur Accelist Pangan Nusantara, baik Tepung Telur Mix maupun Tepung Kuning Telur. Tepung Kuning Telur memberi warna kuning stabil dan kelembutan adonan, sementara Tepung Telur Mix menjaga struktur agar bika ambon tidak kempes setelah dipanggang.
Ingredients
Method
- Buat Biang (Fermentasi Ragi): Campurkan air hangat, ragi instan, gula, dan tepung terigu dalam mangkuk kecil, aduk rata hingga tidak ada gumpalan. Diamkan selama 15 menit pada suhu ruang hingga permukaannya berbusa dan berbau wangi ragi. Kalau setelah 15 menit tidak ada busa sama sekali, ragi kemungkinan sudah mati dan harus diganti yang baru.
- Rebus Santan Aromatik: Tuang santan kental ke dalam panci, masukkan daun jeruk yang sudah disobek, serai yang sudah dimemarkan, daun pandan, dan kunyit bubuk. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah, lalu setelah mendidih matikan api dan saring untuk memisahkan ampas rempah.Dinginkan hingga benar-benar mencapai suhu ruang sebelum digunakan karena santan yang masih panas akan merusak adonan dan mengganggu kerja ragi.
- Larutkan Tepung Telur: Larutkan Tepung Kuning Telur Accelist Pangan Nusantara 45 gr) dengan 55 ml air dingin dalam mangkuk terpisah. Kocok hingga larut rata dan tidak ada gumpalan. Lakukan hal yang sama untuk Whole Egg Powder (26 gr) dengan 78 ml air. Setelah larut, kocok kedua larutan bersama-sama hingga sedikit mengembang, sekitar 2 sampai 3 menit menggunakan whisk atau mixer kecepatan rendah.
- Buat Adonan Tepung: Dalam wadah besar, campurkan tepung tapioka, tepung terigu, gula pasir, garam, dan vanili bubuk. Aduk rata dengan spatula atau whisk hingga semua bahan kering terdistribusi merata.
- Gabungkan Larutan Telur ke Adonan Tepung: Tuangkan larutan tepung telur ke dalam campuran tepung kering, aduk perlahan hingga menyatu. Hasilnya akan terasa sedikit berpasir dan kental, itu wajar.
- Masukkan Santan: Tuang santan aromatik yang sudah dingin sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil terus diaduk dengan whisk hingga tidak ada gumpalan. Adonan akan menjadi lebih cair dan halus.
- Masukkan Biang dan Margarin: Tuangkan biang yang sudah berbusa ke dalam adonan, aduk rata. Terakhir, masukkan margarin yang sudah dilelehkan dan didinginkan, lalu aduk pelan hingga margarin menyatu sempurna. Saring seluruh adonan menggunakan saringan halus ke dalam wadah bersih untuk memastikan teksturnya benar-benar mulus tanpa serat kasar.
- Diamkan Adonan (Fermentasi): Tutup wadah adonan dengan kain bersih atau cling wrap, lalu diamkan selama 2 jam di suhu ruang, jauh dari tempat yang berangin atau terlalu dingin. Adonan yang berhasil fermentasi akan sedikit berbusa di permukaannya dan baunya lebih harum. Setelah 2 jam, aduk adonan sekali lagi dengan lembut sebelum dipanggang.
- Persiapan Loyang dan Oven: Panaskan oven pada suhu 200°C selama minimal 15 menit. Sambil menunggu, olesi loyang ukuran 20 x 20 cm dengan margarin atau minyak tipis-tipis, lalu lapisi dengan kertas roti.
- Panggang: Keluarkan loyang panas dari oven dengan hati-hati, tuangkan adonan ke dalamnya, lalu masukkan kembali ke oven. Panggang selama 20 sampai 30 menit dengan suhu 200°C dan buka pintu oven sedikit (sekitar 1 cm) agar uap keluar, sehingga permukaan atas matang rata dan berwarna keemasan cantik. Cek kematangan dengan menusuk bagian tengah menggunakan tusuk sate; kalau tusukan keluar bersih, bika ambon sudah matang.
- Dinginkan Sebelum Dipotong: Keluarkan dari oven, biarkan dalam loyang hingga benar-benar dingin minimal 1 jam sebelum dipotong karena bika ambon yang dipotong panas akan mudah hancur. Setelah dingin, teksturnya lebih set, serat-seratnya terlihat jelas, dan kue siap dipotong-potong sesuai selera lalu disajikan.
