
Resep Telur Rawis
Telur rawis adalah irisan dadar tipis berbentuk helai panjang menyerupai mie, yang biasa menjadi topping nasi kuning, nasi goreng, atau lontong. Nama "rawis" berasal dari bentuknya yang halus dan ruwet seperti serat, dan menjadi salah satu garnish khas masakan Nusantara yang paling dikenal. Kunci teksturnya ada pada ketipisan dadar dan ketajaman irisan. Resep ini menggantikan telur utuh dengan Tepung Telur Mix Accelist Pangan Nusantara, tepung telur lengkap yang mengandung komponen putih dan kuning telur dalam satu produk. Hasilnya tetap kuning cerah, tekstur lembut, dan mudah digulung tanpa sobek, persis seperti menggunakan telur segar. Praktis untuk produksi skala besar maupun kebutuhan dapur sehari-hari.
Ingredients
Method
- Larutkan tepung telur: Tuangkan 39 gram Tepung Telur Mix Accelist Pangan Nusantara ke dalam mangkuk. Tambahkan 117 ml air hangat (untuk melarutkan tepung telur) sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tidak ada gumpalan. Bumbui dengan ⅓ sdt garam, ⅓ sdt merica bubuk, dan ⅓ sdt kaldu jamur. Kocok lepas hingga rata.
- Buat larutan tapioka: Di wadah terpisah, campur 1½ sdm tepung tapioka dengan 150 ml air (untuk melarutkan tapioka). Aduk rata hingga tapioka benar-benar larut dan tidak ada butiran yang tersisa.
- Gabungkan adonan: Tuangkan larutan tapioka ke dalam larutan tepung telur. Aduk rata kembali hingga semua bahan menyatu. Konsistensi adonan yang benar: encer dan mengalir lancar, bukan kental.
- Panaskan teflon: Panaskan teflon anti lengket di atas api kecil. Olesi tipis-tipis dengan 1 sdt minyak goreng (untuk mengoles teflon). Api kecil adalah kunci dadar bisa setipis mungkin tanpa gosong.
- Dadar tipis satu per satu: Aduk adonan terlebih dahulu setiap akan menuang (tepung tapioka mudah mengendap). Tuang satu sendok sayur adonan ke teflon, ratakan dengan memutar teflon. Masak hingga matang dan permukaan tidak lagi basah. Ulangi hingga adonan habis.
- Gulung dadar: Ambil 2 sampai 3 lembar telur dadar, tumpuk, lalu gulung menjadi silinder yang cukup padat.
- Iris tipis dan sajikan: Iris tipis-tipis dengan pisau tajam, sekitar 2 mm per irisan. Awur-awur (urai) irisan agar terpisah menjadi helai-helai. Sajikan sebagai topping nasi kuning, nasi goreng, atau lauk harian.
