Larutkan tepung telur terlebih dahulu: Campurkan 26g Tepung Telur Mix Accelist Pangan Nusantara dengan 78ml air suhu ruang. Aduk menggunakan garpu atau whisk kecil sampai benar-benar rata dan tidak ada gumpalan. Sisihkan. Ini harus disiapkan sebelum proses memasak dimulai, bukan di tengah-tengah, agar tidak terburu-buru. Rebus wortel: Didihkan 800ml air dalam panci ukuran sedang dengan api sedang-besar. Begitu mendidih, masukkan potongan wortel. Masak selama 5-7 menit hingga wortel mulai lunak ketika ditusuk, tapi belum menjadi lembek.
Masukkan jagung dan jamur enoki: Tuang jagung pipil ke dalam panci. Masak 3-4 menit hingga jagung matang dan aroma manisnya mulai tercium. Setelah itu baru masukkan jamur enoki. Cukup 1-2 menit, jamur ini cepat layu dan terlalu lama memasak akan membuat teksturnya berlendir.
Bumbui dan koreksi rasa: Masukkan kecap asin, saus tiram, kaldu jamur, garam, dan merica. Aduk rata, lalu cicipi. Setiap merek kecap asin punya kadar garam yang berbeda, jadi koreksi di sini sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Kentalkan dengan maizena: Kecilkan api ke sedang-kecil. Tuang larutan maizena sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk kuah dengan gerakan melingkar. Berhenti menuang ketika kuah sudah mencapai kekentalan yang diinginkan. Kuah yang ideal untuk resep ini mengalir lambat saat diangkat dengan sendok, bukan menggumpal. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air panas.
Masukkan larutan tepung telur: Ini langkah yang menentukan. Kecilkan api ke level paling rendah. Tuang larutan Tepung Telur Mix Accelist Pangan Nusantara secara perlahan dari pinggir panci, sambil menggerakkan sendok atau sumpit dalam panci dengan putaran searah jarum jam yang lambat dan konsisten. Jangan diaduk terlalu cepat karena benang telur butuh sedikit waktu untuk "set" sebelum terganggu. Apabila berhasil, akan terlihat benang-benang halus keemasan mengambang di permukaan kuah. Sajikan: Matikan api. Tabur irisan daun bawang, lalu teteskan minyak wijen dan aduk sekali. Tuang ke mangkuk saji dan langsung hidangkan selagi panas, karena kekentalan kuah akan berubah setelah dingin.